Pengertian dan Proses Pengecoran Logam

Permintaan Produksi Naik, Fatma Karya Indah Operasikan Pabrik Baru

menurut Herry Purnomo (2004:6) dalam Thesisnya menyatakan bahwa Pengecoran Logam adalah penuangan logam cair kedalam cetakan yang bentuknya sesuai dengan produk yang akan dibuat. Dalam proses pengecoran logam, ada beberapa tahapan berdasarkan urutan pengerjaannya, yaitu :

  1. Pembuatan Pola
  2. Pembuatan Cetakan
  3. Peleburan/pencairan Logam
  4. Penuangan
  5. Pembekuaan
  6. Penghancuran Cetakan
  7. Pemeriksaan Kualitas

Pencairan atau pengecoran logam yang akan digunakan untuk pembuatan suatu benda Cor-an dilakukan di dalam dapur peleburan logam. Dalam dapur peleburan logam, cor biasanya mempergunakan dapur Kupola dan Induksi Listrik frekuensi rendah serta ada yang lebih sederhana lagi yaitu sistem dapur Tungkik atau sering disebut Buyer.

Produksi yang dihasilkan dari pengecoran akan bisa diterima di pasaran umum apabila telah memenuhi beberapa syarat dan sesuai dengan keinginan dari pemesan. Maka dari itu, setelah proses pengecoraan logam selalu dilakukan pemeriksaan kualitas hasil pengecoran. dari hasil pengecoran nantinya akan diketahui produk yang bisa diterima pemesan atau pasaran dan produk yang rusak atau cacat yang memerlukan daur ulang.

Tentang Pembuatan Pola Cetak

Pola dibuat serupa dengan benda kerja yang diinginkan sesuai dengan bentuk dan ukurannya. Antara pola dengan benda kerja yang akan dibuat ada perbedaan dimensi. Pada pola dimensinya perlu ditambah untuk penyesuaian penyusutan dari material logam untuk pengerjaan akhir, material pada pola bisa dibuat dari kayu triplek, alumunium, dll.

Dalam proses pembuatan pola tersebut diperlukan tahapan-tahapan antara lain sebagai berikut :

a. Pemilihan bahan pola

b. Jenis pola yang akan dibuat disesuaikan dengan komponen yang akan dibuat

c. Ditinjau dari aspek perencanaan saluran

beberapa aspek yang diperlukan untuk bahan pola antara lain adalah :

a. Bahan Logam

Syarat pola dari logam harus tahan Aus dan dapat dipakai dalam produk besar. Jenis logam yang digunakan untuk pola adalah Baja Cor, Alumunium, dan Kuningan.

b. Bahan Kayu

Kayu pola harus kering apabila menyusut dengan toleransi kadar air 5-11 %. jadi, kayu bahan pola harus dikondisikan dulu dengan pemanasan bahan kimia yang dilapisi logam.

Disamping bahan tersebut diatas, masih ada bahan pola lain dari jenis Plastik Thermoset dan Thermoplastik.

Karakteristik plastik thermoset bila dipanaskan akan mengeras, sedangkan untuk thermoplastik akan mengeras apabila didinginkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *